BBM jenis Pertalite bakal dihapus tahun depan

BBM jenis Pertalite bakal dihapus tahun depan

PT Pertamina (Persero) berencana untuk menghapus bahan bakar mesin (BBM) jenis pertalite mulai tahun depan dan diganti menjadi pertamax green 92. Nantinya subsidi untuk pertalite akan dialihkan untuk pertamax green 92 itu.

Penghapusan pertalite ini sejalan dengan aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di mana produk BBM yang bisa dijual di Indonesia minimal RON 91.

Pertamax green 92 adalah campuran antara RON 90 (pertalite) dengan 7 persen bioetanol (E7). Langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina mendukung pemerintah untuk menurunkan emisi dari bensin.

Jual Hasil Curian di Medsos, Penadah Curanmor di Tasikmalaya Diringkus Polisi.

Jual Hasil Curian di Medsos, Penadah Curanmor di Tasikmalaya Diringkus Polisi.

Polsek  Tawang Polres Tasikmalaya Kota diketahui berhasil mengungkap seorang penadah sepeda motor curian pada Rabu (30/8/2023).

Pelaku yang berinisial A (29) dikabarkan ditangkap setelah menjual motor hasil curian secara online melalui fitur marketplace di media sosial Facebook.

“Kejadiannya ini terjadi pada Selasa (8/8/2023) lalu antara pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB di wilayah hukum kami (Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat),” jelas Kapolsek Tawang IPDA Wawan Setiawan kepada TribunPriangan.com di kantornya pada Rabu (30/8/2023).

Tambahnya, dari tangan tersangka, pihak kepolisian berhasil menyita dua unit sepeda motor sebagai barang bukti.

“Awalnya, setelah kami dapat laporan curanmor tersebut, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Tawang beserta anggota, bergerak mencari informasi keberadaan sepeda motor tersebut,” lengkap Wawan.

“Alhamdulillah, melalui media sosial Facebook, ada yang akan menjual sepeda motor. Setelah dicek, ternyata eh sepeda motor tersebut,” lanjutnya.

Kemudian, tambah Wawan, pihaknya segera berpura-pura hendak membeli motor tersebut untuk mengelabui si pelaku.

“Akhirnya, anggota kami melakukan Cash on Delivery (COD) dengan pelaku di wilayah Tasikmalaya selatan dan segera meringkusnya,” jelas Wawan.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 363 juncto 480 KUHPidana dan ancaman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Diketahui, korban dihadirkan di Polsek Tawang Polres Tasikmalaya Kota guna penyerahaan kembali sepeda motor tersebut.(*)

Berita ini di sadur dari TribunJabar.id dengan judul : Jual Hasil Curian di Medsos, Penadah Curanmor di Tasikmalaya Diringkus Polisi 

Seni Tari Jaipongan: Kearifan Lokal yang Hidup di Tasikmalaya

Seni Tari Jaipongan: Kearifan Lokal yang Hidup di Tasikmalaya

Ketika berbicara tentang seni tari tradisional yang begitu kaya dan unik di Indonesia, seni tari Jaipongan seringkali menjadi salah satu yang pertama terlintas dalam pikiran. Namun, sedikit yang tahu bahwa seni tari Jaipongan memiliki akar yang dalam di kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Jaipongan adalah ekspresi seni yang memikat yang mencerminkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang ada di kota ini. Dalam artikel ini, mari kita menjelajahi sejarah, makna, dan keunikan seni tari Jaipongan di Kota Tasikmalaya.

Sejarah Seni Tari Jaipongan

Seni tari Jaipongan memiliki akar yang kuat di Tasikmalaya, dan khususnya di desa-desa sekitarnya. Tari Jaipongan berasal dari kesenian Sunda yang lebih tua yang dikenal dengan nama “ketuk tilu.” Namun, ketuk tilu mengalami evolusi menjadi Jaipongan pada tahun 1961, berkat seorang seniman besar bernama H. Suanda.

H. Suanda, juga dikenal sebagai “Pak Suanda,” adalah figur sentral dalam perkembangan Jaipongan. Dia menciptakan Jaipongan sebagai respon terhadap larangan pemerintah terhadap ketuk tilu pada waktu itu. Dengan mencampur unsur-unsur ketuk tilu yang melibatkan tarian dan musik dengan unsur-unsur yang lebih modern, Jaipongan lahir.

Jaipongan menggabungkan gerakan tari yang energetik, irama musik yang menghentak, dan lirik yang merayakan kehidupan sehari-hari. Seni ini juga sering kali mengeksplorasi tema-tema cinta, persahabatan, dan humor. Dalam waktu singkat, Jaipongan menjadi sangat populer di seluruh Jawa Barat dan bahkan di seluruh Indonesia.

Seni Tari Jaipongan

Makna dan Nilai Seni Tari Jaipongan

Seni tari Jaipongan memiliki banyak makna dan nilai yang mendalam. Pertama-tama, Jaipongan adalah bentuk ekspresi kegembiraan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda di Tasikmalaya. Gerakan-gerakan tarian yang dinamis, irama musik yang menggetarkan, dan lirik yang menggambarkan cerita kehidupan sehari-hari menciptakan perasaan kebahagiaan dan kebersamaan di antara penonton.

Selain itu, Jaipongan juga merupakan sarana pelestarian budaya. Dalam gerakan tari dan musiknya, Jaipongan mencerminkan nilai-nilai tradisional Sunda dan membantu menjaga warisan budaya yang berharga ini agar tetap hidup. Jaipongan juga menjadi alat untuk mengajarkan generasi muda tentang sejarah dan budaya kota Tasikmalaya.

Ciri Khas Seni Tari Jaipongan

Seni tari Jaipongan memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari seni tari lainnya. Salah satunya adalah gerakan tari yang dinamis dan energetik. Para penari Jaipongan menggunakan gerakan pinggul yang sangat terampil dan ekspresif, yang sering kali menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti bekerja di sawah, memasak, atau bersosialisasi.

Irama musik Jaipongan juga sangat khas. Alat musik seperti kendang, suling, gong, dan gamelan digunakan untuk menciptakan irama yang menggetarkan. Musik ini mengiringi gerakan tari dengan ritme yang kuat dan dinamis, menciptakan suasana yang mendalam dan mengasyikkan.

Konservasi dan Penyebaran Seni Tari Jaipongan

Meskipun Jaipongan berasal dari Tasikmalaya, seni tari ini telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan berbagai upaya konservasi dan dukungan pemerintah, seni tari Jaipongan tetap hidup dan berkembang. Berbagai sekolah tari dan kelompok seni di seluruh Indonesia mengajarkan Jaipongan kepada generasi muda, dan festival-festival seni Jaipongan sering kali diadakan untuk mempromosikan dan merayakan seni ini.

Seni tari Jaipongan adalah aset berharga dalam warisan budaya Indonesia, dan khususnya di Kota Tasikmalaya. Seni ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan kita tentang kebahagiaan dan kehidupan sehari-hari. Ketika Anda berada di Tasikmalaya, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pertunjukan Jaipongan yang menakjubkan dan mengalami keajaiban kebudayaan Sunda yang hidup di kota ini. Seni tari Jaipongan adalah perayaan kehidupan dan kekayaan budaya yang patut dihargai oleh semua yang mengalami keindahannya.

Terjadi Pembacokan di Kecamatan Cigalontang

Terjadi Pembacokan di Kecamatan Cigalontang

KAPOL.ID—Polsek Cigalontang dan Satreskrim Polres Tasikmalaya mengamankan seorang pelaku penganiayaan, Rabu (28/7/2021). Yakni seorang pria bernama Hendi, warga Kampung Nyantong, Desa Sukamanah, Kecamatan Cigalontang.

Hendi mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah melakukan penganiayaan dengan memukul korbannya dengan pipa besi, bahkan hingga membacok menggunakan sebuah golok. Korbannya sampai luka-luka.

Keluarga korban, Jajang Muhammad Ridwan melaporkan Hendi ke Polsek Cigalontang. Perkaranya sendiri kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno menerangkan bahwa pihaknya telah mengamankan Hendi di Mako Polres Tasikmalaya. Untuk kemudian dimintai keterangan dalam sebuah penyidikan.

Seperti yang dikutip KAPOL.ID “Motifnya itu pelaku tidak terima karena ditegur oleh korban. Kebetulan korban sedang berduka, ada keluarganya yang meninggal. Di pelaku ini tidak menunjukkan rasa empatinya terhadap korban,” terang Hario.

Hario juga menjelaskan bahwa penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (25/7/2021) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB. Si pelaku mencegat korban yang hendak membeli rokok ke warung.

“Di tengah perjalanan, tiba-tiba si korban dihadang oleh pelaku yang kemudian memukul dengan tangan kanan mengepal. Lalu membacok korban dengan sebilah golok ke bagian jidat, pipi sebelah kiri, tangan sebelah kiri. Kemudian memukul lagi menggunakan pipa besi ke bagian kepala,” lanjutnya.

Golog dan pipa besi juga sudah diamankan sebagai barang bukti. Dilengkapi juga dengan satu lembar bukti pengobatan ke UPT Puskesmas Tinewati, Singaparna. Korban sendiri masih loka-luka: memar dan robek di bagian jidat, pipi sebelah kiri, dan tangan kanan.

 

Usai Injak Kepala Warga Papua, Oknum Anggota POM TNI AU Langsung Ditahan

Usai Injak Kepala Warga Papua, Oknum Anggota POM TNI AU Langsung Ditahan

Seorang oknum TNI AU terekam tengah menginjak kepala seorang warga kulit hitam. Video rekaman kejadian itu beredar luas di pesan berantai WhatsApp (WA).

Dalam video berdurasi 1:20 menit tersebut terlihat dua anggota berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang pria. Salah satu anggota TNI AU itu menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu.

Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah membenarkan adanya kejadian itu. “Betul kejadiannya, kemarin siang di Merauke,” katanya dalam pesan singkat seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Indan mengatakan, saat ini oknum personel POM AU yang ada di video tersebut sudah ditahan POM AU Lanud Johanes Abraham Dimara.

Indan tak menjelaskan secara rinci kronologi kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan TNI AU menyesalkan tindakan anggotanya itu dan meminta maaf. “TNI AU sangat menyesalkan kejadian itu dan memohon maaf,” katanya.

Usai kejadian, kata Indan, kedua oknum anggota itu telah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud Johanes Abraham Dimara. “Proses penyidikan sedang dilakukan oleh Pomau Lanud Johanes Abraham Dimara,” ucap Indan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas terhadap keduanya. “TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya,” ujar Indan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Senin (26/7/2021) sekitar pukul 10.00 WIT di jalan raya Mandala.

Ketika itu, personel Satpom AU berinisial Serda D dan Prada V hendak membeli makan di rumah makan Padang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Mereka melihat ada banyak kerumunan orang. Selanjutnya kedua personel melihat cekcok antara seorang pria dengan penjual bubur ayam.

Kedua personel lalu mengamankan seorang laki-laki yang saat itu dalam keadaan mabuk. Pria mabuk itu memeras penjual bubur ayam dan juga kepada pemilik rumah makan Padang serta kepada pelanggannya dengan cara meminta uang dan menarik-narik tangan pelanggan.

Setelah mengamankan, Serda D menghubungi kepolisian via telpon namun tidak diangkat-angkat, selanjutnya orang tersebut dilepas dan disuruh pulang.

Info dari warga bahwa orang tersebut sering sekali melakukan hal yang sama dan juga sudah pernah diamankan oleh pihak berwajib. Belakangan juga diketahui bahwa pemilik rumah makan Padang merupakan orang tua anggota TNI AU yang berdinas di Subdislitpers Dispamsanau.

Sementara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan akan memproses dua oknum prajurit POM AU tersebut sesuai hukum yang berlaku. “Akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Malam ini juga langsung diproses,” katanya.

4.500 Santri di Tasikmalaya Ikuti Vaksinasi Massal untuk Cegah Covid-19

4.500 Santri di Tasikmalaya Ikuti Vaksinasi Massal untuk Cegah Covid-19

Polres Tasikmalaya bersama Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya menggelar vaksinasi masal, Senin 26 Juli 2021. Sasaran vaksinasi kali ini yakni ribuan santri di 5 Pondok pesantren mulai Ponpes Cipasung, Sukahideng, Miftahul Huda, Sukamahan dan PCNU Kabupaten Tasikmalaya.

“Ini sebagai bentuk upaya kepolisian daerah Jawa Barat melalui Polres Tasikmalaya dalam hal ini Polres Tasikmalaya turut serta mencegah penyebaran COVID-19 di Pesantren,” kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono.

Menurut data yang beredar, vaksinasi tersebut akan diikuti sebanyak 4.500 santri, adapun target sasarannya adalah santri yang tinggal di pondok pesantren.
“Hari ini kami bersama polisi adakan Vaksinasi masal untuk pondok pesantren. Ada sekitar 4.500 santri yang akan vaksin ini,” ucap Kadinkes dan Pengendalian Penduduk Tasikmalaya Heru Suharto.
Heru menyebut santri masuk kategori rentan terpapar COVID-19. Sejauh ini dia menyebut para santri cukup antusias mengikuti vaksinasi.

“Benar santri antusias mengikuti vaksin ini. Karena santri ini rentan terpapar COVID-19,” kata Heru.
Ribuan santri antusias mengikuti vaksinasi di Aula Cipasung. Di sini, sekitar 1.500 santri pondok mengikuti vaksinasi COVID-19. Mereka antre sejak pagi hari demi mendapat vaksin pertama. Meski sempat khawatir, santri mengaku lebih tenang berada di pondok setelah mendapatkan vaksin.

“Alhamdulillah ternyata enak juga divaksin. Lebih tenang sekarang. Kalau kita udah ngaji sih pak di Pondok,” kata Gilang Permana, salah seorang santri Pondok Pesantren Cipasung.

Mensos Risma Marah! Gara-gara Cek BPNT Tak Sesuai, Ini Penyebabnya

Mensos Risma Marah! Gara-gara Cek BPNT Tak Sesuai, Ini Penyebabnya

Menteri Sosial Tri Rismaharini sempat marah-marah di Kelurahan Sendangharjo Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penyebabnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako yang seharusnya tiga bulan hanya dicairkan dua bulan.

Kemarahan Risma ini segera direspons Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Ia mengatakan akan menindaklanjuti atas temuan Mensos tersebut dan segera akan dievaluasi. Karena baru sebulan dilantik, Ia mengaku baru tahu terkait pencairan BPNT itu.

“Pastinya saya akan evaluasi dan tindak lanjuti. Insya Allah secepatnya akan dievaluasi karena ini langsung temuan dari Mensos. Saya baru saja dilantik satu bulan” kata Aditya Halindra Faridzky, seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Senin (26/7/2021).

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tuban, Eko Julianto, mengatakan penyaluran bantuan sembako yang seharusnya dibagikan secara langsung selama tiga bulan (Juli hingga September), namun hanya dibagikan dua bulan (Juli dan Agustus) sudah melalui pembahasan.

“Kebijakan itu sudah kita bahas bersama tim penyalur maupun pendamping BPNT dan dengan mempertimbangkan beberapa hal ketahanan komoditi lain. Seperti, telur dan tempe jika disimpan dalam waktu lama maka kondisinya rusak,” kata Eko Julianto.

Eko menyebut, tidak ada niat untuk memotong hak masyarakat, pihaknya hanya mengkhawatirkan beras yang diberikan secara penuh akan dijual kembali oleh penerima.

“Semua sudah dipertimbangkan, kami distribusikan sesuai kebutuhan saja,” ungkap Eko Julianto, Minggu (24/7).

Selain khawatir bansos akan dijual lagi, realisasi BPNT dua bulan juga mempertimbangkan ketahanan komoditi lain. Seperti, telur dan tempe jika disimpan dalam waktu lama maka kondisinya akan rusak.

“Ketahanan tempe dan telur ini kan rawan rusak jika kita bagikan langsung selama tiga bulan. Sehingga kita sepakati untuk memberikan sesuai kebutuhan,” katanya.

Viral!! Para PKL Berkerumun Makan Nasi Liwet di Tengah Jalan Kota Tasikmalaya

Viral!! Para PKL Berkerumun Makan Nasi Liwet di Tengah Jalan Kota Tasikmalaya

Sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga dan pedagang sedang asyik makan nasi liwet di tengah jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya , Jawa Barat, dalam rangka syukuran akan berakhirnya PPKM Level 4. Dalam video berdurasi 22 detik itu, terlihat mereka makan nasi liwet yang digelar di atas daun pisang di tengah jalan.
Aksi tersebut diketahui terjadi di Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/7/21).

Padahal, daerah ini sedang dalam pelaksanaan PPKM level 4 . Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan membenarkan aksi tersebut.Ia langsung menyelidiki kejadian tersebut, terlebih mereka telah melanggar prokes saat PPKM.

Hal itu sesuai hasil penyelidikan dan pemeriksaan beberapa orang dalam video rekaman yang dibuat pada Sabtu (24/7/2021) tersebut. “Setelah rekaman video itu menyebar, kita langsung selidiki dan telah memeriksa beberapa orang yang menggelar makan nasi liwet tersebut,” jelas Doni, kepada wartawan lewat sambungan telepon, Minggu (25/7/2021) malam.

“Mereka adalah para pedagang emperan di Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Sesuai keterangan mereka, acara itu digelar untuk syukuran PPKM akan segera berakhir. Soalnya, mereka selama ini tak berdagang sesuai surat edaran Disperindag Kota Tasikmalaya,” lanjutnya.

Doni menambahkan, para pelaku telah mengakui telah melanggar protokol kesehatan (prokes) saat PPKM Level 4 diberlakukan dan dilakukan di tengah jalan penyekatan.
Soalnya, mereka saat makan bersama nasi liwet di tengah jalan tersebut tak memakai masker dan membuat kerumunan secara sengaja. “Mereka mengaku bahagia karena PPKM akan berakhir dan melakukan hal spontan makan nasi liwet di tengah jalan.

Mereka pun saat itu bahagia PPKM akan berkahir dan memiliki asa akan bisa berdagang kembali seperti sebelumnya. Jadi mereka mengaku spontan melalukan hal itu,” tambah Doni.

Meski mengaku telah melanggar Prokes, lanjut Doni, pihaknya tak akan memproses lanjut kasus ini karena para pedagang tersebur berjanji dan membuat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya. Namun, Kepolisian akan memproses secara hukum jika sampai kejadian itu terulang kembali secara disengaja saat pemberlakuan PPKM Level 4. “Kalau kasusnya kita sudah selesai, mereka membuat pernyataan tak akan mengulanginya lagi.

Mereka pun mengaku telah melanggar prokes dan tak akan melakukan hal sama kembali,” tambahnya. Para pedagang emperan di Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya tersebut mengira PPKM Darurat dan Level 4 di wilayah ini akan berakhir pada Minggu (25/7/2021).

Padahal, Presiden RI Joko Widodo telah memperpanjang kembali PPKM sebagai upaya menekan mobilitas warga supaya penyebaran Covid-19 terkendali sampai tanggal 2 Agustus pada Minggu petang.