4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Anda mungkin sudah sering dengar tren makan oatmeal untuk menurunkan berat badan. Oatmeal atau bubur gandum memang bisa jadi pengganti makanan pokok seperti nasi atau kentang. Namun, beberapa orang justru berat badannya bertambah setelah rutin makan oatmeal. Berarti diet dengan oatmeal kurang efektif, dong? Tunggu dulu. Untuk menjawab teka-teki apakah oatmeal bikin gemuk, simak penjelasan berikut ini.

Apakah oatmeal bikin gemuk?

Sebelum menjawab apakah oatmeal bikin gemuk, Anda harus memahami dulu sebenarnya apa itu oatmeal. Oatmeal dibuat dari gandum utuh yang kaya serat dan bebas lemak jenuh. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya serat dan minim lemak jenuh ampuh untuk mencegah kelebihan berat badan. Karena itu, oatmeal jadi pilihan yang baik buat Anda yang sedang diet.

Kesalahan makan oatmeal yang bikin gemuk

Meskipun ada yang berat badannya justru bertambah, Anda tak perlu khawatir mengonsumsi oatmeal untuk diet. Selama Anda tak melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini, sarapan oatmeal tak akan bikin berat badan bertambah.

 

1. Porsinya kebanyakan

Selama ini Anda mungkin makan oatmeal lebih dengan porsi yang terlalu banyak. Oatmeal kering yang di mangkuk Anda memang terlihat sedikit dan tak bikin kenyang. Padahal nanti kalau sudah dimasak atau diseduh, oatmeal akan mengembang dan teksturnya sangat padat. makan dengan mangkuk berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tak akan menuang terlalu banyak gandum kering dan mangkuk Anda jadi terlihat lebih penuh. Hal ini bisa mengecoh otak seolah Anda sudah makan cukup banyak.

 

2. Pakai topping yang tak sehat

Gandum utuh memang sehat, tapi kalau Anda makan dengan topping yang kurang sehat, efeknya bagi tubuh tak akan terasa. Misalnya kalau Anda pakai selai cokelat kacang yang kadar gulanya tinggi atau lauk gorengan seperti nugget atau kornet.

Ingat, bukan berarti karena sudah makan oatmeal berarti Anda bisa makan sembarangan. Pilihlah topping yang mendukung diet Anda misalnya telur yang kaya protein atau buah-buahan segar. Kalau ingin menambahkan cita rasa tertentu, Anda bisa pakai madu rendah gula atau kayu manis.

 

3. Anda makan oatmeal siap saji

Oatmeal siap saji (instan) memang lebih mudah dibuat, apalagi di pagi hari. Anda tinggal menyeduhnya saja dengan air panas. Akan tetapi, oatmeal cepat saji kadar gulanya jauh lebih tinggi daripada oatmeal yang harus dimasak atau direbus dulu. Semakin tinggi kadar gulanya, tubuh malah akan menyimpan cadangan lemak lebih banyak daripada yang dibakar jadi energi. Ini tentu bisa bikin berat badan Anda bertambah.

 

4. Terlalu banyak bahan tambahan

Kalau Anda belum biasa makan oatmeal atau tidak suka dengan rasanya yang hambar, Anda mungkin akan menambahkan bahan-bahan seperti susu, gula, bubuk kakao (cokelat), atau garam. Padahal, tanpa Anda sadari menambahkan macam-macam bahan bisa meningkatkan kadar lemaknya secara signifikan.

Sebaiknya, masak oatmeal Anda dengan air saja. Lama-lama Anda akan terbiasa dengan rasa dan teksturnya sehingga tak perlu diberi tambahan macam-macam lagi. Anda pun tak perlu khawatir kalau oatmeal bikin gemuk.

Es Sirop Bojong Khas Tasikmalaya yg Bikin Ngiler

Es Sirop Bojong Khas Tasikmalaya yg Bikin Ngiler

Sirop Bojong memang sangat layak dikunjungi. Tidak saja karena nama besarnya, tapi karena rasa memang tidak pernah bohong.

Untuk ukuran sebuah lokasi kuliner, Sirop Bojong berada di luar kebiasaan. Berada di lokasi yang jauh dari keramaian, dan bahkan tidak dilalui kendaraan umum. Meski tidak terlalu jauh dari pusat kota, mencapai tempat ini mau tidak mau harus menggunakan kendaraan pribadi, karena cukup jauh dari perlintasan kendaraan umum kalau harus berjalan kaki.

Meskipun begitu, saya tidak perlu sangsi dengan pengunjungnya. Sirop Bojong sudah memiliki pelanggan tersendiri, sehingga deretan mobil dan motor sudah memenuhi area parkir ketika kami datang. Bahkan pengunjung seolah tidak pernah berhenti datang dan pergi saat kami berada di sana.
Adalah Ibu Momoh, perempuan yang berada di belakang kesuksesan nama Es Sirop Bojong. Tidak tanggung-tanggung, beliau merintis usahanya sejak tahun 1972! Bermodalkan keinginan untuk membuat es sirop yang berbeda dibandingkan yang dijual ayahnya yang hanya berupa sirop dicampur es saja, Ibu Momoh berinisiatif menambahkan potongan buah-buahan ke dalamnya.

Tidak hanya itu, seiring waktu beliau menambahkan kreasi lain dengan menambahkan unsur cita rasa lainnya, seperti tape ketan, kelapa muda dan lain-lain.

“Saya selalu berusaha mengikuti keinginan dan kepuasan pembeli,” cerita Ibu Momoh saat ditanya rahasianya membuat segelas es sirop yang nikmat. Beliau tidak pernah bosan berkreasi, termasuk saat mengamati banyak pembeli yang tidak pernah menghabiskan kolang-kaling yang ada dalam sajian siropnya. Pengamatan sederhana itu membuatnya mengambil keputusan untuk tidak lagi memasukan kolang-kaling ke dalam campuran siropnya sampai sekarang. Menambahkan sesuatu yang tidak disukai pembelinya tentu sesuatu yang mubazir, kan?

Es Sirop Bojong pertama kali berlokasi di rumah Ibu Momoh di belakang Aspol (Asrama Polisi) Bojong. Ketika usahanya mulai banyak dikenal dan diburu masyarakat Tasikmalaya, Ibu Momoh mengontrak rumah sekaligus tempat usahanya di Jalan Bojong Tengah pada tahun 1984. Usahanya yang semakin pesat pada akhirnya memungkinkan beliau membeli lahan dan membangun rumah dan tempat usaha baru di Jalan Ampera Barat no. 207 Tasikmalaya pada tahun 1991. Meskipun sudah bukan di wilayah Bojong lagi, trademark Es Sirop Bojong tetap dipertahankannya.

Es sirop dengan campuran potongan buah-buahan (es campur/es buah) mungkin sudah banyak ditemukan di seluruh penjuru kota. Tetapi, di Tasikmalaya mungkin Ibu Momoh yang pertama kali memulainya. Meski pesaing dan followernya sudah sedemikian banyak, Es Sirop Bojong tetap hadir dengan ciri khasnya tersendiri. Ketika ditanyakan apa yang membedakan es siropnya dengan es sirop lainnya, Ibu Momoh malah kebingungan dan berulang kali mengatakan ‘tidak tahu’. Beliau tidak pernah ingin tahu apa yang disajikan oleh penjual sirop serupa. Hanya saja beliau akhirnya mengatakan, “mungkin karena saya menggunakan santan (ketimbang susu kental manis).”

Aha! Itu dia yang akhirnya menguak salah satu rahasia kelezatan Es Sirop Bojong. Di beberapa tempat, saya memang seringkali menemukan campuran susu kental manis alih-alih santan pada sajian sirop atau es campur. Tetapi, Ibu Momoh sudah menggunakan campuran santan sejak pertama kali mengelola usaha ini, dan itu terbukti menjadi salah satu rahasia kenikmatannya.

Dilihat dari sajian dan penampakannya, tidak terlihat ada sesuatu yang istimewa dari Es Sirop Bojong ini. Selain air sirop dan santan, pelengkap lainnya adalah potongan nangka, nenas, kelapa muda, alpukat, tape ketan hitam, cincau hitam, dan sebiji durian. Disajikan dalam gelas bening tinggi dan bukan mangkuk. Tetapi, ketika sudah mencicipi rasanya, baru terasa ada sesuatu yang istimewa. Setidaknya itu penilaian saya, karena selera toh berbeda-beda.

Ada yang tidak diketahui oleh sebagian besar pengunjung Es Sirop Bojong, yaitu tentang adanya 4 cita rasa berbeda dari jenis sirop yang disajikan. Biasanya hanya pelanggan setia yang sudah mengetahui ini. Ibu Momoh menyediakan 4 variasi manis yang berbeda, yaitu sirop yang terbuat dari gula pasir (bening), gula pasir plus pewarna merah, gula kawung (aren), dan gula asam. Kalau pembeli tidak menyebutkan permintaan khusus, maka akan diberikan es sirop dengan pemanis gula pasir plus pewarna merah.

Datanglah pada hari-hari libur besar dan kita bakalan tahu bagaimana tempat ini diserbu pelanggannya. Warga Tasikmalaya yang sudah merantau ke luar kota biasanya akan menyerbu pada saat liburan seperti itu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ibu Momoh sudah menyiapkan nomor antrian dan mempekerjakan tidak kurang dari 10 orang karyawannya. Tentu tidak mudah untuk mendapatkan pelanggan loyal seperti ini. Kerja keras menjadi modal utama agar usaha yang dirintis terus berkembang dan kemudian bertahan.

Keterkenalan Es Sirop Bojong menciptakan banyak pengikut yang latah menggunakan nama ‘Es Sirop Bojong’ sebagai daya tariknya. Ibu Momoh hanya tersenyum saat disinggung hal tersebut. Selain itu, beliau tidak ada kaitannya dengan Es Sirop Bojong lainnya.

Datang ke sana hanya untuk minum sirop atau es campur saja? Jangan khawatir, karena kalau memang lapar, ada menu siomay sebagai pelengkap nongkrong kamu di sana. So, mau nyoba salah satu kuliner legendaris di Tasikmalaya? Silakan mampir.

Es Sirop Bojong Ibu Momoh
Pusat : Jl. Ampera Barat no. 207 Tasikmalaya