10 Penyakit Kronis Ini Bisa Diatasi dengan Berpuasa

10 Penyakit Kronis Ini Bisa Diatasi dengan Berpuasa

Puasa memiliki sejuta manfaat, termasuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak hanya penyakit ringan, penyakit keras atau kronis bisa sembuh dengan puasa rutin. Dengan puasa, kita lebih bisa memilih makanan dan mengatur pola makan. Tak heran, jika puasa bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan di negara-negara Eropa, Amerika, dan Asia Timur, puasa dijadikan sebagai terapi kesehatan dan sebagai pengobatan penyakit. Wah apa saja ya penyakit yang dapat diatasi dengan berpuasa?

 

1. Kanker

Puasa dapat mematikan sel kanker. Sebab, puasa mendorong tubuh memblokir pertumbuhan parasit yang merugikan dan menghabiskan suplai makanan. Alhasil, kuman kuman penyakit, bakteri, dan sel sel kanker tidak bertahan hidup. Kanker sendiri dikenal sebagai penyakit mematikan.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari University Southern California menunjukkan puasa secara berkala tidak hanya melindungi kerusakan sistem kekebalan tubuh, tapi juga menginduksi sistem regenerasi kekebalan tubuh manusia.

 

2. Diabetes melitus

Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe dua, yang disebabkan menurunnya kadar insulin. Puasa sangat baik untuk menstabilkan kadar gula darah. Sebab, puasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pangkreas untuk beristirahat. Pangkreas mengeluarkan insulin untuk menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak. Pengobatan diabetes dengan puasa telah memberi hasil yang menakjubkan, tanpa menggunakan obat-obatan kimia. Namun, pasien diabetes yang berpuasa harus berkonsultasi dahulu dengan dokter.

 

3. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adala kondisi tekanan darah pada arteri utama dalam tubuh terlalu tinggi. Puasa dapat menekan tekanan darah apabila dilakukan secara benar, yakni menjaga pola makan dan menahan diri untuk lebih sabar.

Pasien dengan tekanan darah tinggi yang disertai obesitas sangat dianjurkan untuk berpuasa. Bagi mereka yang meminum obat, haruslah berkonsultasi dengan dokter untuk penyesuaian dosis obatnya. Namun perlu diingat, bagi mereka yang mengidap penyakit hipertensi berat atau penyakit jantung diharapkan tidak berpuasa sama sekali.

 

4. Batu empedu

Saat puasa, pola makan seseorang akan lebih terjaga. Melindungi pola makan sangat disarankan untuk pasien batu empedu. Pasien juga harus menjauhi makanan yang banyak terkandung kolesterol dan lemak yang tinggi. Jadi, puasa adalah waktu yang tepat untuk mengatasi batu empedu. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang memiliki serat. Memperbanyak mengonsumsi buah-buahan sangatlah baik untuk kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Buah-buahan memiliki kandungan serat alami yang bisa mencegah dan menyembuhkan batu empedu.

 

5. Maag

Sebuah penelitian di Paris yang melibatkan 13 relawan yang berpuasa selama Ramadan. Ternyata, terjadi peningkatan asam lambung pada pekan pertama puasa dan kembali normal setelah pekan kedua. Selain itu, puasa juga akan menurunkan hormon gastrin dan menurunkan asam lambung, bila diimbangi dengan makan teratur saat buka dan sahur. Serta tak lupa mengurangi konsumsi cemilan berlemak, kurangi rokok, kopi dan minuman bersoda.

 

6. Jerawatan dan penyakit kulit

Jerawat kadang muncul karena ketidakseimbangan hormon atau bisa juga karena iritasi. Saat kita berpuasa, tubuh akan mengeluarkan racun penyebab iritasi. Tubuh juga akan dikalibrasi ulang agar hormon lebih seimbang.

 

7. Eksim

Eksim adalah kelainan kulit dengan ciri bengkak, merah, dan gatal. Puasa bisa menyembuhkan eksim karena membuat tubuh berhenti mencerna dan berfokus melakukan proses lain seperti pembersihan tubuh (penyembuhan eksim).

 

8. Obesitas

Puasa menjadi langkah awal untuk memulai diet yang sehat untuk menurunkan berat badan. Terlebih di bulan Ramadan, cobalah membuat menu makanan yang sehat dalam menu sahur dan buka puasa. Menjaga pola makan dan memilih menu makanan akan membantumu menurunkan berat badan.

 

9. Ginjal

Penghentian konsumsi air ketika berpuasa terbukti efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin pada ginjal. Bahkan bisa meningkatkan kekuatan osmosis pada urin antara 1.000-12.000ml osmosis per liiter air. Pada kondisi tertentu, hal ini akan sangat memberikan perlindungan khusus terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air pada saat berpuasa ternyata bisa menurunkan jumlah volume air pada darah.

 

10. Kolesterol tinggi

Dalam berbagai penelitian, manfaat puasa antara lain dapat mengurangi resiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Dalam jangka panjang, kadar kolesterol yang tinggi pada darah dapat menyumbat pembuluh darah dalam bentuk aterosterosis. Di antaranya yakni pengapuran atau pengerasan pembuluh darah. Bila hal itu terjadi di otak, maka akan berakibat stroke. Apabila terjadi di jantung dapat mengakibatkan serangan jantung.

Hasil penelitian memperlihatkan, jika setiap hari kita berpuasa, akan dapat meningkatkan kolesterol HDL yang sehat 25 poin. Selain itu, kadar lemak juga akan turun sebesar 20 poin. Lemak trigiserit merupakan bahan pembuat kolesterol LDL yang merusak kesehatan.

 

Sembelit Saat Puasa? Coba Minum 7 Jus Ini Saat Berbuka

Sembelit Saat Puasa? Coba Minum 7 Jus Ini Saat Berbuka

Kamu yang sedang menjalankan ibadah puasa sekarang ini pasti mengalami beberapa kendala atau keluhan. Mulai dari kamu yang punya penyakit lambung sampai kamu yang tidak tahan lapar. Bagaimanapun, kamu tetap harus menjalankan ibadah ini dengan khidmat dan sepenuh hati. Masalah kesehatan perut yang terjadi saat puasa bisa kamu hindari. Kamu yang mengalami sembelit saat puasa, 7 jus buah ini ampuh buat perut kamu sehat bebas sembelit.

 

1. Jus nanas.

Kamu bisa minum jus nanas saat berbuka puasa nanti, karena nanas ini mengandung enzim yang bernama bromelain yang bisa membantu memperbaiki fungsi usus dan mengatur kelancaran BAB. Mineral dalam nanas juga bisa membuat pencernaanmu jadi lancar.

 

2. Jus semangka.

Karena semangka mengandung banyak mineral, semangka jelas pilihan tepat buat kamu yang sedang atasi sembelit. Semangka ini juga mengandung banyak serat sehingga pencernaan kamu akan lancar jika mengonsumsi jus semangka ini.

 

3. Jus lemon.

Kandungan vitamin C yang kaya dari jus lemon ini bisa membantu melembutkan tinja agar tidak terjadinya sembelit. Selain itu, lemon juga bisa mengobati gangguan pencernaan. Kamu yang memiliki masalah pencernaan, setidaknya kamu harus minum jus atau air lemon 2 gelas setiap harinya.

 

4. Jus apel.

Apel ini mengandung sorbitol yang berfungsi membantu dan mengatur pencernaan usus besar agar lebih lancar. Apel juga memberi tambahan mineral dan serat yang dibutuhkan dalam masalah pencernaanmu. Zat besi di dalam apel juga bisa memberikan kekuatan tambahan pada tubuhmu.

 

5. Jus timun.

Jus timun ini bisa berfungsi sebagai pencahar atau obat pencuci perut bagi pencernaanmu yang bermasalah. Kandungan serat dan mineralnya bagus untuk mencegah sembelit datang. Jadi, sebaiknya kamu mengonsumsi jus timun saat berbuka atau sahur sebelum terjadinya sembelit.

 

6. Jus jeruk nipis.

Jeruk nipis memiliki kandungan asam sitrat yang baik untuk menyelesaikan masalah sembelit. Asam sitrat tersebut, berfungsi untuk membersihkan pancernaan tubuh. Jeruk nipis juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jadi pastikan kamu mengonsumsi jus jeruk nipis hangat saat sahur agar kamu bisa tetap kuat jalani puasa tanpa sembelit dan masalah perut lainnya.

 

7. Jus tomat.

Mengatasi sembelit atau susah buang air besar yang kamu alami bisa dengan jus tomat yang kaya serat dan mineral tinggi. Selain itu, tomat juga bisa melindungi fungsi hati. Jadi jika pencernaanmu lancar, maka wasir dan sembelit tidak akan terjadi.

Itu dia tadi daftar jus buah yang baik untuk hilangkan sembelit maupun wasir. Kesehatan perut adalah yang utama, apalagi di bulan puasa seperti ini. Semoga puasamu lancar, ya!

Makanan dan Minuman Ini Ternyata Berbahaya untuk Berbuka Puasa

Makanan dan Minuman Ini Ternyata Berbahaya untuk Berbuka Puasa

Menu takjil untuk berbuka puasa sangat bervariasi. Dari mulai olahan kolak, sop buah, berbagai macam kreasi minuman dengan es, kue-kue, dan lain sebagainya. Kebanyakan orang tidak memikirkan manfaat atau bahaya dari makanan dan minuman yang dikonsumsi saat berbuka puasa tersebut. Padahal, terdapat beberapa jenis makanan, minuman, dan buah-buahan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi saat pertama berbuka dalam keadaan perut kosong.

Dilansir dari berbagai studi ilmu kesehatan, berikut adalah berbagai jenis minuman, makanan, dan buah-buahan yang sebaiknya dihindari saat pertama berbuka puasa.

 

1. Kopi

Kafein yang terkandung didalam kopi tidak baik untuk lambung pada perut yang kosong. Kafein di dalam perut yang kosong dapat meningkatkan kadar asam di perut. Hal tersebut dapat menyebabkan mulas (heartburns), gangguan pencernaan, sindrom iritasi usus besar, maag, dan penyakit acid reflux. 

Mulai sekarang cobalah hilangkan menu kopi dari takjil berbuka. Sebagai gantinya, kopi lebih baik diminum beberapa saat setelah makan, atau saat selesai solat tarawih.

 

2. Teh

Teh manis dingin dan teh manis hangat sering menjadi suguhan pertama berbuka. Akan tetapi, lebih baik kamu menghindarinya mulai saat ini. Kebalikan dari kopi, teh dapat mengurangi asam di dalam perut dan di dalam empedu. Hal tersebut memicu terjadinya mual yang dapat menyebabkan muntah, gugup, menurunnya nafsu makan, dan apabila sering dilakukan dapat merusak lapisan dinding perut.

Jadi, daripada diminum untuk membatalkan puasa, teh lebih baik diminum sebagai penutup aktivitas makan.

 

3. Eskrim

Eskrim memang sangat menarik untuk dijadikan makanan berbuka puasa. Akan tetapi, karena pada saat berbuka puasa perut masih kosong, sebaiknya menu eskrim disingkirkan terlebih dahulu. Kandungan gula yang banyak dan suhu eskrim yang sangat dingin tidak baik untuk perut. Karena dapat menyebabkan pembengkakan dinding perut.

Jadi, lebih baik eskrim disimpan dulu untuk dikonsumsi setelah makan.

 

4. Yogurt

Makan yogurt saat berbuka puasa? Hmm, terdengar sangat menyehatkan, bukan? Tapi, jangan tertipu. Yogurt sebenanrya tidak cocok dikonsumsi saat perut kosong. Saat perut kosong, asam di perut tergolong cukup tinggi, hal tersebut dapat menyebabkan bakteri asam laktat yang terkandung di dalam yogurt cepat mati. Sehingga yogurt kehilangan sebagian besar manfaatnya.

Jadi, daripada sia-sia mengkonsumsi makanan yang kurang bermanfaat, lebih bak dihindari. Yogurt sebaiknya dikonsumsi setelah perut mendapatkan cukup makanan, sehingga asam di perut menurun dan bakteri asam laktat yang terkandung di dalam yogurt dapat memberi manfaat yang lebih baik.

 

5. Minuman Bersoda

Minuman bersoda yang dingin memang sangat menggoda di bulan puasa. Akan tetapi, kamu harus mulai menahan godaan minuman dingin bersoda saat berbuka puasa. Karena minuman bersoda dapat merusak perutmu!

Minuman bersoda memiliki kadar asam (acid) dan gas yang tinggi. Apabila dikonsumsi saat perut kosong, kadar asam dari minuman besoda beradu dengan asam di perut yang akan memicu terjadinya sakit perut, kram perut, dan perut kembung. Rasa sakit di perut dapat dialami secara berbeda, dan minuman bersoda dapat menimbulkan sensasi sakit yang luar biasa.

 

6. Buah Jeruk

Mengkonsumsi buah saat perut kosong memang tampak menyehatkan. Namun, ternyata tidak untuk semua jenis buah-buahan!

Buah jeruk berbahaya dikonsumsi saat perut kosong, lagi-lagi karena kandungan asamnya yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan perut mulas, mengiritasi bagian bawah kerongkongan, bahkan dapat meningkatkan risiko terkena radang perut. Selain itu, serat yang ada dalam buah jeruk juga ternyata dapat menghambat proses pencernaan.

 

7. Pisang

Banyak orang yang menganggap pisang sangat baik untuk dikonsumsi saat perut kosong. Padahal, faktanya justru berkebalikan. Efek buruk pisang untuk perut kosong terkait dengan kandungan magnesium, potasium, dan 25% gula di dalam pisang.

Ahli nutrisi mengungkapkan bahwa mengkonsumsi pisang pada saat perut kosong dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara kalsium dan magnesium pada darah. Sedangkan kandungan gulanya dapat berubah menjadi asam dan alkohol di dalam perut. Akibatnya, pisang dapat menyumbat sistem pencernaan dan berefek buruk pada kardiovaskular apabila dikonsumsi saat perut kosong.

Apabila kamu masih tetap ingin mengkonsumsi pisang untuk berbuka puasa, para ahli nutrisi menganjurkan agar buah pisang tersebut dicampur atau dimakan berbarengan dengan buah atau makanan lainnnya. Intinya, pisang jangan dimakan sendirian saat perut kosong!

 

8. Buah Pir

Efek buruk buah pir apabila dikonsumsi pada perut kosong terkait dengan substansi buahnya yang berserat kasar. Serat kasar tersebut dapat merusak membran pada usus dan juga dapat mengakibatkan sembelit karena sifatnya yang tidak mudah untuk dicerna.

Sebaiknya, keinginan untuk mengkonsumsi buah pir sebagai buah utama saat berbuka puasa harus dihilangkan mulai dari sekarang.

 

9. Kue Pastries

Kue-kue selalu tampak menggiurkan untuk dijadikan takjil berbuka puasa, bukan? Bahkan memang selalu menggiurkan untuk dijadikan santapan utama apabila kamu benar-benar sedang sibuk dan tidak memiliki cukup waktu untuk makan banyak. Tapi, hati-hati! Kue-kue tersebut dapat mengancam perutmu.

Kue pastries mengandung semacam bakteri yang digunakan sebagai ragi. Bakteri tersebut dapat mengiritasi lapisan perut, membuat perut kembung, dan dapat meningkatkan kadar gas di dalam perut. Jadi, sekarang kamu harus berpikir dua kali sebelum jatuh dalam godaan kue pastries saat perutmu masih kosong.

 

10. Jus Tomat

Lagi-lagi, minuman ini tampak menyehatkan, tetapi dapat merugikan apabila dikonsumsi saat perut kosong. Karena, tomat mengandung asam tanat yang dapat memicu peningkatkan kadar asam di perut. Hal tersebut dapat menyebabkan bisul di lambung, serta dapat memperburuk kondisi penderita penyakit maag dan acid reflux. 

Meskipun kamu bukan penderita penyakit lambung, akan tetapi sebaiknya kamu tidak mengkonsumsi tomat pada saat berbuka puasa. Justru bisa jadi karena kamu selalu mengkonsumsi tomat pada saat perut kosong, kamu berpotensi terkena penyakit-penyakit tersebut.

Kesehatan Kulit Selama Puasa, Hindari 7 Makanan Ini!

Kesehatan Kulit Selama Puasa, Hindari 7 Makanan Ini!

Bagi wanita, perawatan tubuh itu sangat penting. Mulai dari wajah, rambut, kuku, sampai kulit semuanya dirawat demi mendapatkan penampilan terbaiknya. Buat kamu yang sering bete karena jerawatan, kulit berminyak atau bahkan kulit kering, mungkin kamu mengkonsumsi makanan yang seharusnya kamu hindari.

Akibatnya, walaupun kamu menghabiskan uang banyak untuk perawatan, tapi kalau makanan yang sering kamu makan itu bisa menyebabkan kerusakan pada kulitmu, maka percuma saja. Berikut ini ada 7 makanan yang harus kamu hindari agar kamu terhindar dari kulit yang keriput.

 

1. Kebanyakan garam bisa membuat kulit bengkak.

Kata ahli dermatologi Margaret Ravits, mengonsumsi garam bisa membuat kulit membengkak, terutama pada bagian kulit tipis seperti bagian bawah mata. Heidi Waldorf, Direktur Dermatologi Laser dan Kosmetik di Mount Sinai Medical Center di New York City, dengan mengurangi konsumsi garam yang berlebihan, kamu bisa mencegah adanya peradangan pada kulitmu.

 

2. Susu bisa menyumbat pori-pori.

Jika kamu terbiasa minum susu saat sahur, maka ada berita buruk untukmu. Pasalnya, kata pendiri Curology Dr. David Lortscher, susu mengandung komponen hormonal tertentu yang bisa menghasilkan minyak. Semakin banyak minyak yang dihasilkan oleh tubuhmu, maka semakin besar juga kemungkinan pori-porimu tersumbat dan menyebabkan jerawat. Lortscher juga mengatakan jika kamu tetap ingin minum susu maka kamu bisa mengganti susu biasa dengan susu kedelai atau almond.

 

3. Kebanyakan gula bisa membuatmu kelihatan tua.

Semua wanita pasti melakukan perawatan untuk membuat kulit menjadi lebih muda dari usia sebenarnya. Nah, jika kamu terlalu banyak mengonsumsi gula, kamu bisa terlihat tua dan perawatanmu tadi akan sia-sia saja. Kata Debra Jaliman, seorang dermatologis, makanan yang tinggi kandungan gulanya bisa menggulung kolagen sehingga menyebabkan keriput dini. Jika kamu suka makanan manis, maka kamu bisa mengganti makanan manis tersebut dengan buah yang mengandung rasa manis alami dan antioksidan yang bisa melawan penuaan dini.

 

4. Keripik kentang membuatmu mengalami penuaan dini.

Patricia Harris, seorang ahli kulit dan penulis The Sugar Detox mengatakan bahwa dalam satu bungkus kripik kentang saja, mengandung bagitu banyak garam yang bisa mengakibatkan peradangan kulit. Belum lagi kentangnya yang mengandung karbohidrat berlebihan bisa menghasilkan minyak. Pikirkan tentang garis-garis halus yang akan muncul sebelum kamu memutuskan untuk sering memakannya.

 

5. Mentega bisa menyebabkan keriput.

Mentega mengandung susu, sedangkan susu merupakan sumber penghasil minyak pada kulit. Selain menyebabkan jerawat, mentega juga bisa membuatmu keriput lebih cepat. Dalam sebuah penelitian di Journal of American College of Nutrition tahun 2001, mereka yang memiliki asupan mentega dan produk susu lebih tinggi mengalami kerutan kulit lebih banyak, dibandingkan mereka yang mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan minyak zaitun. Jadi, jika kamu terbiasa menggoreng makanan menggunakan mentega, lebih baik kamu menggantinya sekarang dengan minyak zaitun.

 

6. Kerang bisa menyebabkan jerawat.

Kerang merupakan sumber yodium tingkat tinggi kata ahli kulit Neal B. Schultz. Tingkat yodium yang tinggi, bisa menyumbat pori-pori kamu dan pada akhirnya menyebabkan munculnya bercak-bercak merah. Kata Judith Brown, seorang penulis buku Every Women’s Guide to Nutrition. Bukan berarti kamu tidak boleh makan kerang sama sekali, Schultz mengatakan kamu bisa mengurangi mengonsumsinya. Jika biasanya kamu makan kerang 3 kali seminggu, maka kurangi menjadi 3 kali sebulan.

 

7. Daging menyebabkan penuaan dini.

Daging menimbulkan pro-kontra karena daging memiliki manfaat sekaligus kekurangan. Dr. Mitch Chasin menjelaskan bahwa daging mengandung kadar karnitin tinggi yang dapat mengeras pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan penuaan dini. Daging merah juga dikaitkan dengan peningkatan kadar testosteron dalam tubuh, dapat menyebabkan sel kulit tumbuh dan sebum yang diproduksi lebih banyak.

Itu dia tadi 7 makanan yang bisa menghancurkan kesehatan kulitmu, terutama jika kamu mengkonsumsinya secara berlebihan, apalagi saat puasa. Imbangi perawatan kulitmu dengan mengonsumsi makanan yang tidak menyebabkan kulitmu menjadi rusak, ya. Bukan tidak boleh mengonsumsinya sama sekali, melainkan mengurangi kadarnya saja.