Menikmati Aroma dan Rasa Nasi Tutug Oncom di Kota Tasikmalaya

Menikmati Aroma dan Rasa Nasi Tutug Oncom di Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya, sebuah kota yang kaya akan budaya dan kuliner, menyajikan sejumlah hidangan tradisional yang lezat. Salah satu hidangan khas yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda berkunjung ke Kota Tasikmalaya adalah Nasi Tutug Oncom. Hidangan ini bukan hanya tentang rasa yang lezat, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan kuliner kota ini. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap kenikmatan Nasi Tutug Oncom dan mengapa hidangan ini menjadi begitu terkenal di Tasikmalaya.

Nasi Tutug Oncom: Memahami Kuliner Khas Tasikmalaya

Nasi Tutug Oncom adalah hidangan yang khas dari daerah Tasikmalaya yang terbuat dari nasi yang diulek bersama oncom, bumbu khas, dan berbagai lauk pauk. Oncom, yang sering kali terbuat dari fermentasi biji kacang, memberikan hidangan ini rasa yang unik dan tekstur yang renyah. Nasi Tutug Oncom biasanya disajikan dengan berbagai pelengkap seperti lalapan, sambal, dan ikan teri. Hidangan ini sangat populer di kalangan penduduk setempat, dan Anda akan menemukannya di berbagai warung makan dan restoran di Tasikmalaya.

Sejarah Nasi Tutug Oncom

Sejarah Nasi Tutug Oncom di Kota Tasikmalaya melibatkan budaya dan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Nasi Tutug Oncom adalah contoh dari kuliner yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Hidangan ini menggabungkan bahan-bahan lokal seperti oncom dan bumbu tradisional yang mencerminkan kekayaan kuliner daerah ini. Selain itu, Nasi Tutug Oncom juga memiliki nilai sosial yang kuat, karena sering kali disantap dalam acara-acara keluarga dan perayaan keagamaan.

Rahasia Khas Rasa Nasi Tutug Oncom

Salah satu yang membuat Nasi Tutug Oncom begitu istimewa adalah rasa uniknya. Oncom, bumbu-bumbu tradisional, dan teknik memasak yang digunakan menciptakan kombinasi rasa yang lezat dan kaya. Oncom memberikan hidangan ini cita rasa gurih, sedangkan bumbu-bumbu seperti bawang, cabai, dan garam memberikan sentuhan pedas yang nikmat. Nasi Tutug Oncom juga sering kali disajikan dengan lalapan, seperti kangkung dan kacang panjang, yang menambah keanekaragaman rasa dan tekstur.

Cara Memasak Nasi Tutug Oncom

Proses memasak Nasi Tutug Oncom adalah seni yang memerlukan keahlian khusus. Pertama-tama, oncom yang telah disiapkan dihaluskan dan dicampurkan dengan nasi yang masih hangat. Setelah itu, bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai dihaluskan dan dicampurkan ke dalam adonan. Proses pencampuran ini menghasilkan aroma harum yang menggugah selera.

Nasi Tutug Oncom biasanya disajikan dengan pelengkap seperti lalapan segar dan sambal yang pedas. Lalapan memberikan kesegaran dan keseimbangan untuk hidangan ini, sementara sambal memberikan sentuhan pedas yang khas.

Tempat Mencicipi Nasi Tutug Oncom di Tasikmalaya

Ketika Anda berada di Kota Tasikmalaya, ada beberapa tempat yang sangat direkomendasikan untuk mencicipi Nasi Tutug Oncom yang lezat. Berikut beberapa tempat yang terkenal dengan hidangan ini:

  1. Warung Nasi Tutug Oncom Bu Ucu: Warung ini dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk mencicipi Nasi Tutug Oncom di Tasikmalaya. Hidangan mereka sangat autentik dan lezat.
  2. Warung Nasi Tutug Oncom Asep: Warung ini juga terkenal dengan Nasi Tutug Oncom berkualitas tinggi. Mereka menggunakan bahan-bahan segar dan resep tradisional untuk menciptakan hidangan yang menggugah selera.
  3. Warung Nasi Tutug Oncom Mak Itam: Warung ini memiliki reputasi yang baik dalam hal Nasi Tutug Oncom yang lezat. Hidangan mereka disiapkan dengan teliti dan disajikan dengan keramahan.

Mengapa Nasi Tutug Oncom menjadi Ikon Tasikmalaya

Nasi Tutug Oncom bukan hanya tentang rasa yang lezat, tetapi juga tentang warisan budaya dan kuliner yang kaya di Kota Tasikmalaya. Hidangan ini mencerminkan keragaman bahan-bahan lokal dan keterampilan dalam mengolahnya. Rasanya yang unik telah memikat banyak pengunjung dan menjadikan Nasi Tutug Oncom sebagai salah satu ikon kuliner kota ini. Hidangan ini tidak hanya memuaskan selera, tetapi juga menghadirkan aroma dan rasa yang mengingatkan kita pada sejarah dan budaya yang kaya di Tasikmalaya. Dengan mengunjungi Kota Tasikmalaya, Anda tidak hanya menikmati kuliner lezat, tetapi juga menggali lebih dalam ke dalam akar budaya kota ini.

Kronologi Tewasnya Pemuda di Jembatan Ciloseh Tasikmalaya Polisi Tangkap 2 Pelaku

Kronologi Tewasnya Pemuda di Jembatan Ciloseh Tasikmalaya Polisi Tangkap 2 Pelaku

Pelaku pembunuhan terhadap Fajar (26) yang jasadnya ditemukan di bawah jurang samping Jembatan Ciloseh, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (9/9/2023) lalu, ditangkap oleh pihak kepolisian pada Rabu (20/9/2023).

Sebanyak dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni RCK alias Gaga (24) selaku eksekutor dan AR alias Cangik (26) selaku joki yang membonceng RCK.

Keduanya merupakan warga asal Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Kasus ini merupakan pembunuhan yang direncanakan, sehingga kemudian mengakibatkan korban meninggal dunia pada Sabtu (9/9/2023) lalu sekitar pukul 01.15 WIB dini hari,” ungkap Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Sy Zainal Abidin kepada TribunPriangan.com pada Rabu (20/9/2023).

“Antara pelaku—dalam hal ini yang sudah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka—dengan pihak korban, tidak saling mengenal,” lanjutnya.

Pertemuan pertama antara korban dan pelaku, sambung Zainal, terjadi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Di pertemuan pertamanya itu, tersangka dan korban saling pandang. Dari situ muncul dendam dari pihak tersangka,” jelasnya.

Sehingga, tambah Zainal, hal tersebut membuat pelaku tersinggung dan merasa ditantang oleh korban.

“Sehingga kemudian, tersangka mencari informasi terkait nomor handphone korban, dan setelah mengetahuinya, tersangka membuat janji untuk bertemu di sebuah titik yang sudah ditetapkan, yang kemudian menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut (red: Jembatan Ciloseh),” paparnya.

“Awal mulanya, para tersangka ini bergerak dengan lima orang teman lainnya. Namun dalam perkembangannya, hanya dua orang, yaitu tersangka RCK dan AR yang menuju ke TKP tersebut,” lanjut Zainal.

Pada saat kejadian, tambahnya, teman-teman tersangka yang lain menunggu di sebuah tempat yang berjarak cukup jauh dari TKP.

“Sesampainya tersangka RCK dan AR di TKP, maka kemudian tersangka RCK ini langsung mengeluarkan celurit yang berukuran kurang lebih 70 cm,” lengkap Zainal.

“Melihat hal ini, maka kemudian korban dan temannya berusaha untuk melarikan diri,” lanjutnya.

Tak dinyana, korban kemudian terjatuh, sehingga tersangka RCK langsung melayangkan celurit tersebut ke arah korban sebanyak lima kali.

Mendapati perlakuan seperti itu, maka kemudian korban melakukan upaya untuk menghentikan tindakan dari tersangka RCK dengan cara memeluk dari depan.

“Namun tersangka berusaha untuk melepaskan diri. Sampai kemudian, tersangka dan korban terjatuh. Akan tetapi, tersangka terus melakukan upaya untuk melepaskan diri dari korban. Sampai kemudian, keduanya terjatuh di sungai yang ada di jembatan Ciloseh tersebut,” papar Zainal.

“Adapun yang menjadi perhatian masyarakat sekitar adalah, korban ini sempat meneriakan kata-kata begal. Sehingga kemudian menarik perhatian warga di sekitarnya, termasuk juga bis yang lewat,” lanjutnya.

Setelah itu, tambah Zainal, keduanya lagi-lagi terjatuh, namun korban terjatuhnya lebih dalam dibandingkan dengan tersangka.

“Melihat hal tersebut, tersangka ini kemudian memperhatikan kondisi korban yang diduga pada saat itu meninggal dunia, maka tersangka berusaha melarikan diri dari TKP tersebut,” lengkapnya.

Zainal mengatakan, bahwa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota segera melakukan penyidikan dan berhasil menangkap tersangka.

“Dua tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti sebuah cerulit yang digunakan untuk menganiaya korban. Termasuk sepeda motor yang digunakan pelaku,” lengkapnya.

Akibat pebuatannya itu, tambah Zainal, pelaku dikenakan pasal 353 ayat 3 juncto 56 KUHPidana, mengingat penganiayaan yang dilakukan tersangka direncanakan terlebih dahulu dan mengakibatkan kematian seseorang.

“Ancamannya 9 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Keterangan foto: Tersangka RCK alias Gaga (24) pembunuh Fajar (26) yang jasadnya ditemukan di bawah jurang samping Jembatan Ciloseh, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (9/9/2023) lalu.

Berita ini di sadur dari Tribunpriangan.id dengan judulKronologi Tewasnya Pemuda di Jembatan Ciloseh Tasikmalaya Polisi Tangkap 2 Pelaku

Spesialis Pencuri Rumah Kos di Tasik Diringkus, Modusnya Jadi Penghuni Dulu.

Spesialis Pencuri Rumah Kos di Tasik Diringkus, Modusnya Jadi Penghuni Dulu.

Pencuri spesialis rumah kos berinisial FAP (22) asal Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat diringkus anggota kepolisian pada Minggu (17/9/2023) lalu.

Melalui penyelidikan polisi, diduga FAP telah melakukan aksinya di tiga rumah kos yang berada di wilayah Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Terakhir, dia membobol salah satu kamar kost di Jalan Asrama Nyantong, kost itu dihuni saudari Ai Nurbaeti (36),” ungkap Kapolsek Tawang, IPDA Wawan Setiawan kepada TribunPriangan.com pada Selasa (19/9/2023).

Dari kamar rumah kos tersebut, sambung Wawan, pelaku mengambil satu unit laptop, satu unit ponsel, dan tiga BPKB sepeda motor.

“Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kos. Anggota kami saat ini masih mendalami, sejauh ini diduga dia sudah beraksi di tiga lokasi,” lanjutnya.

Wawan memaparkan, bahwa modus yang dilakukan FAP itu dengan cara berpura-pura menjadi penghuni rumah kos.

“Jadi, dia pura-pura jadi penghuni dulu sambil membaca situasi rumah kos tersebut. Setelah diyakin aman, barulah dia beraksi. Untuk membobol kamar kost korban, tersangka memakai obeng,” lengkapnya.

Wawan mengungkap, bahwa FAP diketahui berhasil diamankan saat dirinya berada di rumah kos sendiri yang berada di daerah Pataruman.

“Unit Reskrim segera melakukan pencarian terhadap tersangka yang menurut pelapor, tersangka menempati salah satu kostan di daerah Pataruman,” lengkapnya.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak RT dan RW setempat, akhirnya Unit Reskrim menemukan tempat kost tersangka. Diduga, di lokasi ini juga tersangka hendak melancarkan aksinya kembali,” lanjut Wawan.

Dari tangan tersangka, sambung Wawan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop, beberapa ponsel, dan lainnya.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan,” pungkasnya.(*)

Berita ini di sadur dari Tribunpriangan.id dengan judulSpesialis Pencuri Rumah Kos di Tasik Diringkus, Modusnya Jadi Penghuni Dulu.

 

Penerbangan Tasik – Jakarta kembali di buka dan segini harga tiketnya.

Penerbangan Tasik – Jakarta kembali di buka dan segini harga tiketnya.

Konektivitas adalah hubungan antar suatu unsur dengan unsur yang lainnya baik berupa fisik, operasional maupun indikator lain yang dapat dihubungkan.Terhubungnya wilayah dalam suatu negara dapat pula disebut dengan konektivitas.Dalam rangka meningkatkan konektivitas dan membangkitkan perekonomian.

Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam waktu dekat akan kembali mengaktifkan penerbangan dari dan menuju Bandara Wiriadinata Tasikmalaya yang beberapa tahun terakhir ini ditutup. Setelah melalui beberapa tahapan akhirnya terpilihlah maskapai Citilink untuk mewujudkan rencana tersebut.

Citilink merupakan maskapai penerbangan yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia Group yang melayani penerbangan dengan sistem dari kota ke kota. Bahkan pada bulan Juli yang lalu, Citilink telah mencetak sejarah sebagai maskapai pertama yang melakukan penerbangan langsung untuk menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini, sehingga bisa dikatakan maskapai Citilink merupakan maskapai yang memiliki komitmen kuat dalam
membangun konektivitas.

Dengan pesawat model ATR 72-600 yang memiliki kapasitas 70 seat penumpang dan kapasitas cargo yang cukup besar, Pemerintah Kota Tasikmalaya yakin penerbangan ini yang paling sesuai untuk rute perjalanan Tasik-Jakarta. Rencananya penerbangan Tasik-Halim akan melayani rute penerbangan sebanyak 2 kali di tiap pekan, yakni di hari Senin dan hari Sabtu dengan harga tiket mulai Rp.899.000 diharapkan akan mampu memberikan layanan perjalanan yang terjangkau dengan fasilitas,kemanan dan kenyamanan yang mumpuni.

Kemudahan akses dan peningkatan konektivitas yang terbangun dari aktivasi bandara Wiriadinata tentu akan memberikan kemudahan terhadap jasa pelayanan transportasi dan secara tidak langsung akan menumbuhkan simpul-simpul perekonomian di Kota Tasikmalaya yang berjuluk “Sang Mutiara dari Priangan Timur”. Potensi-potensi perkenomian yang dimiliki Kota Tasikmalaya tentu akan kembali menggeliat seiring dengan meningkatnya konektivitas di Kota Tasikmalaya.

Malu Baru Nikah 3 Bulan Sudah Melahirkan Anak, Pria di Tasikmalaya Buang Bayinya ke Sungai

Malu Baru Nikah 3 Bulan Sudah Melahirkan Anak, Pria di Tasikmalaya Buang Bayinya ke Sungai

Orang tua dari bayi yang dibuang ke anak sungai di Kampung Cibeunteur, Desa Cipicung, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, telah diringkus oleh polisi pada Senin (11/9/2023) lalu.

Ayah kandung bayi tersebut diketahui berinisial DPP (18) warga asal Kampung Datarlimus, RT01/RW03, Desa Cipicung, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh gelar perkara pihak kepolisian.

Dia ringkus dua jam setelah bayinya ditemukan oleh warga setempat.

DPP tega membuang anak kandungnya sendiri ke sungai dengan dibungkus sarung bantal serta plastik.

“Tersangka ini telah membuang bayinya di sekitaran anak sungai kurang lebih satu jam setelah kelahirannya yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumah tersangka,” ungkap Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto kepada TribunPriangan.com pada Rabu (13/9/2023).

Berdasarkan keterangan tersangka, DPP mengaku merasa malu akan kelahiran anaknya tersebut.

“Dari hasil keterangan tersangka, yang bersangkutan itu merasa malu, karena baru nikah kurang lebih tiga bulan, tapi sudah melahirkan anak,” kata Suhardi.

“Tapi, sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman lagi,” lanjutnya.

Suhardi juga menuturkan, bahwa proses melahirkannya dilakukan sendiri di rumah tanpa bantuan tenaga medis.

“Saat ini kondisi istrinya masih dalam pemulihan, dan sementara ini statusnya sebagai saksi, tapi sampai saat ini kami masih melakukan penyidikan terhadap istrinya tersebut,” jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, lanjut Suhardi, yakni dua buah kantong plastik berwarna putih serta satu buah sarung bantal dengan kain untuk bayi.

Saat ini, kondisi bayi lebih baik dari kondisi sebelumnya, yang diketahui, pada saat ditemukan, tubuh bayi tampak membiru dengan ari-ari yang masih menempel.

“Tersangka diancam hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.

Berita ini di sadur dari TribunJabar.id dengan judulMalu Baru Nikah 3 Bulan Sudah Melahirkan Anak, Pria di Tasik Buang Bayinya ke Sungai.

Fakta-fakta Pemuda Tewas dengan Luka di Sekujur Tubuh Ini Kata Kapolsek Indihiang.

Fakta-fakta Pemuda Tewas dengan Luka di Sekujur Tubuh Ini Kata Kapolsek Indihiang.

Kapolsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Iwan mengungkapkan, bahwa motif atas peristiwa pembunuhan di Jembatan Ciloseh Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bukan dilakukan oleh tindak begal atau pencurian ada titik terang,” jelas Iwan kepada TribunPriangan.com pada Senin (11/9/2023).

Sebelumnya, seorang pemuda berinisial FMN yang berusia 27 tahun ditemukan tewas dengan luka bacok di bawah jurang samping Jembatan Ciloseh, Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (9/9/2023) dini hari.

Pihak kepolisian juga diketahui telah menghimpun beberapa keterangan dari para saksi, salah satunya dari Maulana Arif Kurnia alias Dede (22) yang pada saat kejadian tengah bersama korban.

“Awalnya, pada Sabtu (9/11/2023) lalu, sekitar pukul 00.40 WIB, korban FMN bersama saudara Maulana alias Dede tengah berboncengan menggunakan sepeda motor,” jelas Iwan.

“Setelah mengisi bensin di SPBU dekat Terminal Tipe A Indihiang, dalam perjalanan pulang, korban dan Maulana sempat berhenti di jembatan tersebut untuk buang air kecil,” lanjutnya.

Kemudian, tambah Iwan, pada saat itu tiba-tiba datang pengendara yang berboncengan menggunakan sepeda motor berwarna hitam dari arah Simpang Empat Gunung Tujuh atau arah selatan Jembatan Ciloseh.

“Sempat melintas dan melewati jembatan tersebut, motor itu kemudian berbalik arah dan menghampiri korban serta saksi (red: Maulana),” lengkapnya.

Menurut pengakuan Maulana, jelas Iwan, salah seorang dari mereka berteriak-teriak meminta kunci motor.

Tak dinyana, spontan korban melakukan perlawanan terhadap pelaku yang diketahui membawa senjata tajam jenis celurit.

“Mendapati hal tersebut, saudara Maulana berlari ke arah Simpang Empat Gunung Tujuh untuk meminta pertolongan warga,” lengkapnya.

Setelah mengajak warga untuk membantu, lanjut Iwan, pelaku seketika melarikan diri.

“Saksi mengaku bahwa satu pelaku kabur menggunakan sepeda motor ke arah Simpang Empat Gunung Tujuh, sedangkan satu orang pelaku lainnya berlari ke arah permukiman warga,” ucapnya.

Iwan juga menambahkan, bahwa Maulana mendapati F sudah berada di bawah jurang samping Jembatan Ciloseh.

“Setelah dicek, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” lengkapnya.

Melalui penyelidikan polisi, tambah Iwan, pihaknya mendapati beberapa luka bacokan pada tubuh korban.

“Ada luka robek di punggung kiri atas, paha kiri, kaki kiri bagian belakang, dan bagian pinggul belakang,” lengkapnya.

Sementara itu, lanjut Iwan, salah satu barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan korban telah diamankan pihaknya.

“Ada sejumlah barang bukti, salah satunya sepeda motor berwarna pink-hitam dan celurit warna kuning emas sepanjang 70 centimeter,” terangnya.

“Kasus ini masih diselidiki dan sudah ada titik terang, tinggal didalami lebih lanjut,” pungkas Iwan(*)

Berita ini di sadur dari TribunJabar.id dengan judulFakta-fakta Pemuda Tewas dengan Luka di Sekujur Tubuh Ini Kata Kapolsek Indihiang.

Sosok Ncep, Petani Asal Tasikmalaya yang Kerap Dimintai Bantuan Bikin Kincir Air Hingga ke NTT.

Sosok Ncep, Petani Asal Tasikmalaya yang Kerap Dimintai Bantuan Bikin Kincir Air Hingga ke NTT.

Ncep (68), seorang petani di Kampung Sukasirna, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan sosok di balik pembuat kincir air.

Kincir air tersebut diketahui untuk mengatasi kekeringan pada sawah tiap kali musim kemarau tiba.

Secara turun temurun, keluarga Ncep sudah membuat kincir air sejak tahun 1960-an. Bahkan, ia juga mengaku leluhurnya sudah membuat kincir air sejak zaman Jepang.

“Saya pernah diminta bantuan untuk membuat kincir air. Ke daerah Ciamis, ke daerah Sumedang,” ucapnya kepada TribunPriangan.com saat ditemui di sawahnya pada Rabu (6/9/2023).

Bahkan, Ncep juga pernah dimintai bantuan untuk membuat kincir air di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tapi kalau jauh enggak mau. Enggak sanggup. Nah, kalau masih di wilayah Tasikmalaya, di kecamatan sebelah mah banyak (yang minta bantu), di desa sebelah juga,” lengkapnya.

Pasalnya, Ncep ahli dalam membuat kincir air yang berbahan dasar bambu untuk mengatasi kekeringan sawah saat musim kemarau tiba.

“Alhamdulillah, dalam setahun bisa panen tiga kali, karena enggak pernah kekeringan pakai kincir air mah,” ungkapnya.

Ncep juga mengungkapkan, bahwa tiga kincir air yang dibuatnya mampu mengairi seluas 1,5 hektare.

“Sebetulnya, tergantung sawahnya. Kalau sawahnya enggak terlalu kering, habis dibajak langsung diairi, 1,5 hektare juga bisa,” lengkapnya.

Berita ini di sadur dari TribunJabar.id dengan judulSosok Ncep, Petani Asal Tasikmalaya yang Kerap Dimintai Bantuan Bikin Kincir Air Hingga ke NTT.

Rumah Seorang Lansia Kebakaran di Tasikmalaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Rumah Seorang Lansia Kebakaran di Tasikmalaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Rumah seorang lansia yang berlokasi di Desa Saleubu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terbakar pada Selasa (5/9/2023) malam.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya mengatakan, bahwa penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

“Dari informasi yang kami himpun, menurut saksi sekaligus tetangga korban, api tiba-tiba membesar di bagian tengah atap rumah,” jelasnya kepada TribunPriangan.com pada Rabu (6/9/2023).

Jembar kemudian menambahkan, saksi yang mendapati kobaran api di atap rumah segera berlari menyelamatkan pemilik rumah yang diketahui sudah lansia.

“Dia segera menyelamatkan pemilik rumah yang sudah lansia dan berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat,” ujarnya.

Seorang Sekretaris Desa (Sekdes) Saleubu, lanjut Jembar, segera menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya.

“Warga juga bergotong-royong untuk memadamkan api selagi menunggu petugas Damkar tiba,” jelasnya.

Dampak akibat peristiwa kebakaran itu, kata Jembar, mengakibatkan satu rumah milik Ibu Ucah rusak berat dengan nilai kerugian ditaksir sekira Rp25 juta.

“Korban yang terdampak alhamdulillah tidak ada,” pungkasnya.

Berita ini di sadur dari TribunJabar.id dengan judulRumah Seorang Lansia Kebakaran di Tasikmalaya, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Operasi Zebra Lodaya 2023 Mulai Digelar, Ini Sasaran Pelanggarannya

Operasi Zebra Lodaya 2023 Mulai Digelar, Ini Sasaran Pelanggarannya

Dalam empat belas hari atau dua pekan ke depan, Operasi Zebra Lodaya 2023 akan digelar jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya Polda Jawa Barat mulai dari Senin (4/9/2023) sampai dengan Minggu (17/9/2023).

Operasi Zebra Lodaya 2023 ini ditujukan kepada masyarakat pengguna jalan raya, baik roda empat maupun roda dua.

Sedang sasaran operasi tersebut di antaranya yakni, knalpot brong, kendaraan roda empat dengan muatan dan dimensi berlebih, kendaraan dengan plat nomor tidak sesuai, serta kendaraan tidak layak jalan.

Kemudian, pengemudi dan pengendara kendaraan bermotor yang menggunakan handphone saat berkendara, pengendara di bawah umur, melawan arus, dan melebihi batas kecepatan saat membawa kendaraan.

Selain itu, pengemudi dan pengendara kendaraan bermotor roda dua berboncengan lebih dari satu orang, tidak memakai helm SNI atau safety belt untuk roda empat, pengemudi dalam pengaruh dan/atau mengkonsumsi alkohol.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto melalui Wakil Kapolres Tasikmalaya, Kompol Shohet mengatakan, bahwa Operasi Zebra Lodaya 2023 ini secara serentak digelar oleh jajaran Satuan Lalu Lintas se-Polda Jawa Barat.

“Hari ini, mulai tadi malam pukul 01.00 WIB, secara resmi operasi diberlakukan selama 14 hari, sampai Minggu (17/9/2023),” ucap Shohet kepada TribunPriangan.com pada Senin (4/9/2023).

Tambahnya, operasi ini dikhususkan kepada pelanggar kasat mata yang berpotensi mengakibatkan fatalitas kecelakaan lalulintas, di mana pelaksanaannya didukung oleh pemerintah daerah serta unsur terkait seperti TNI.

“Dalam Operasi Zebra Lodaya tahun 2023 ini, pelanggar akan diberikan sanksi tilang secara hunting atau etle mobile (red: tilang elektronik), karena kegiatan operasi tidak dilaksanakan stasioner atau diam di tempat, tetapi mobile atau berpindah-pindah,” jelas Shohet.

Kasatlantas Polres Tasikmalaya, AKP Abdhi Hendriyatna mengatakan, bahwa tujuan Operasi Zebra Lodaya 2023 ini guna menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, menurunkan angka fatalitas korban laka lantas, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu Lintas.

“Untuk sasaran sendiri, dalam operasi tersebut ialah segala bentuk potensi gangguan, (seperti) ambang gangguan, gangguan nyata yang berpotensi dalam hal ini ada orang, benda, tempat, serta kegiatan,” lengkapnya.

Abdhi juga menambahkan, bahwa tempat-tempat yang menjadi terjadinya kemacetan atau kecelakaan lalu lintas menjadi titik sasaran pihaknya.

“Parkir sembarangan juga bisa diberikan tindakan tegas dalam operasi ini. Termasuk balapan liar dan konvoi kendaraan yang tidak sesuai aturan,” pungkasnya.(*)

Berita ini di sadur dari TribunJabar.id dengan judulOperasi Zebra Lodaya 2023 Mulai Digelar, Ini Sasaran Pelanggarannya

Ratusan Ojol Maxim di Tasikmalaya Demo, Tuntut Tiga Hal Ini Kepada Perusahaan

Ratusan Ojol Maxim di Tasikmalaya Demo, Tuntut Tiga Hal Ini Kepada Perusahaan

Ratusan driver ojek online (ojol) Maxim menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Maxim Tasikmalaya yang berlokasi di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (4/9/2023).

Salah seorang demonstran sekaligus driver ojol Maxim, Anwar Ansori, mengatakan, dirinya menuntut tiga hal melalui aksi demonstrasi ini.

“Kami sebagai pihak driver menuntut kepada pihak aplikator (red: pihak Kantor Maxim Tasikmalaya) untuk yang pertama, menutup pendaftaran. Yang kedua, pembagian rata masalah order. Terus yang ketiga, kami menuntut kepada pihak aplikator untuk tidak menyalahkan setiap kesalahan kepada driver, contohnya seperti Penolakan Tugas Otomatis (PTO),” papar Anwar kepada TribunPriangan.com di lokasi pada Senin (4/9/2023).

“Tuntutan yang paling kami perhatikan dari tiga hal tersebut, yang paling kami utamakan adalah penutupan (pendaftaran untuk) driver, karena ketika driver sudah ditutup, maka pembagian order akan merata,” lanjutnya.

 

Berita ini di sadur dari TribunJabar.id dengan judulRatusan Ojol Maxim di Tasikmalaya Demo, Tuntut Tiga Hal Ini Kepada Perusahaan